ABSTRAK

Pinogu adalah kampung terisolir di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Termasuk juga enclave Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Pinogu ada sebelum kawasan Bogani Nani Wartabone ditetapkan sebagai kawasan taman nasional. Tahun 2012, Pinogu dimekarkan menjadi kecamatan yang terdiri dari 5 desa dan 15 dusun. Kampung Pinogu dipercaya sebagai kampung tertua sebagai asal usul Gorontalo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap manfaat hutan, persepsi terhadap anoa, potensi kearifan lokal untuk mengkonservasi anoa serta peran serta masyarakat dan TNBW dalam melestarikan anoa. Metode yang digunakan adalah wawancara terhadap kepala keluarga, kepala desa/dusun, dan tokoh masyarakat. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 150 responden dari 15 dusun didominasi oleh laki-laki sebanyak 98 %, responden sebagain besar adalah masyarakat biasa sebanyak 90,7 % dan berusia diatas 60 tahun ke atas sebesar 19,3 %. Sebagian besar responden memiliki mata pencaharian sebagai petani. Hutan menurut masyarakat Pinogu memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari, mereka juga mengetahui bahwa jika hutan rusak maka ada konsekuensi yang akan diterima seperti terjadinya bencana, mereka juga setuju bahwa hutan perlu diatur dan tidak dimanfaatkan secara sembarangan. Persepsi masyarakat Pinogu tentang anoa menunjukkan sebagian besar tidak asing dengan anoa, bahkan sebagian besar pernah melihat langsung di dalam hutan. Masyarakat berpendapat bahwa anoa memiliki sifat agresif, ganas dan dapat menyerang manusia. Masyarakat juga mengetahui bahwa anoa adalah satwa yang dilindungi. Masyarakat Pinogu memiliki kearifan lokal mengenai pemanfaatan sumberdaya hutan termasuk satwa liar dalam dua bentuk yaitu berupa larangan dan informasi atau mitos. Nilai kearifan lokal hanya secara lisan yang disampaikan secara turun temurun dan sudah mulai memudar. Kegiatan yang berkaitan dengan konservasi anoa yang pernah dilakukan oleh pihak TNBNW di Pinogu adalah inventarisasi, monitoring, patroli jerat, dan pembinaan habitat. Masyarakat Pinogu menginginkan adanya kegiatan penyuluhan atau sosialisasi dari taman nasional maupun pendidikan konservasi bagi anak-anak sekolah dan sebagian masyarakat bersedia untuk ikut dalam kegiatan konservasi hutan dan anoa.

Kata Kunci: Anoa Breeding Centre, Konservasi, Anoa (Bubalus sp), Ex-situ

 

Tim Pelaksana :  Lokasi Kegiatan : Tahun :

Diah Irawati Dwi Arini, S.Hut., M.Sc
Jafred E. Halawane, S.Hut., M.Sc
Julianus Kinho, S.Hut., M.Sc
Margaretta Christita, S.Hut

 

 

  Pinogu Gorontalo

 

 

2017