ABSTRAK

Peningkatan ketahanan masyarakat untuk mengurangi risiko bahaya perubahan iklim dapat dilakukan melalui strategi adaptasi dan mitigasi, misalnya berupa peningkatan kapasitas masyarakat serta penelitian potensi sumberdaya pesisir dan dampak perubahan iklim bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi adaptasi dan mitigasi berbasis ekosistem pesisir sesuai dengan preferensi masyarakat. Parameter- parameter yang digunakan adalah: (1) Tersedianya data biofisik lokasi penelitian, khususnya potensi karbon mangrove, (2) Tersedianya data persepsi masyarakat tentang perubahan iklim, dan (3) Tersedianya data preferensi masyarakat tentang upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Metode pengambilan data yang digunakan adalah pengamatan lapangan, studi pustaka, wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Pengukuran biomasa dan karbon menunjukkan hutan mangrove Sarawet menyimpan potensi karbon sebesar 71,35 ton/ha. Masyarakat sudah merasakan gejala dan dampak perubahan iklim, yang dipersepsikan sebagai cuaca ekstrim dan perubahan atau pergeseran datangnya musim hujan dan musim kemarau. Persepsi masyarakat tentang konservasi pesisir adalah kegiatan penanaman atau rehabilitasi hutan mangrove. Petani lebih merasakan dampak perubahan iklim dibandingkan nelayan. Mitigasi dan adaptasi diperlukan pada bidang paling terdampak yaitu pertanian dan penyediaan air bersih. Hasil analisis SWOT menunjukkan kepedulian masyarakat akan pentingnya hutan mangrove bersama dengan strategi mitigasi dan adaptasi dapat disatukan dalam satu wadah yaitu program kampung iklim.

 

Tim Pelaksana :  Lokasi Kegiatan : Tahun :
Nurlita Indah Wahyuni, S.Hut Desa Sarawet, Minahasa Utara 2017
Rahma Suryaningsih, S.Hut.    
Isdomo Yuliantoro, S.Sos, M.Si