Pulau perbatasan  memiliki keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, akses dan  rawan bencana. Diduga akses ini memiliki peranan yang besar terhadap pola, paradigma dan etos kerja masyarakat di pulau perbatasan. Pulau Miangas telah dikaji kondisi ekonomi, sosial budaya dan telah dilakukan uji coba jenis tanaman rehabilitasi dan konservasi.  Guna membuktikan hipotesis ini, maka perlu  pembanding untuk kondisi yang masyarakat Miangas alami. Pulau Marampit merupakan pulau perbatasan yang memiliki akses lebih tinggi karena dekat dan intensitas kapal. Penelitian dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap pada ujicoba jenis tanaman, sedangkan data sosial ekonomi dan budaya menggunakan quisioner dan wawancara. Tingkat kerusakan pulau didekati menggunakan kajian biofisik dan pemetaan. Hasil  penelitian menunjukan  bahwa ujicoba jenis tanaman rehabilitasi dan konservasi dikategorikan gagal. Jenis tanaman kayu hitam merupakan jenis yang berhasil untuk konservasi pantai, namun pertumbuhannya sangat lambat, sedangkan untuk tanaman  rehabilitasi  hanya jenis jambu mente dan beringin. Masyarakat Miangas telah membentuk kelompok  “Watu Wui”,  kelompok “Tanjung Wora” dan Kelompok “Tinonda”. Mayoritas masyarakat di pulau Marampit adalah Petani.  Berdasarkan hasil tabulasi menunjukan bahwa masyarakat petani memiliki kondisi kesejahteraan yang  lebih tinggi dibanding masyarakat Nelayan. Hasil identifikasi didapat sedikitnya 35 jenis pohon , 18 jenis burung dan 1 jenis reptil. Kondisi pesisir relatif masih terjaga karena dikelilingi oleh karang. Abrasi terjadi pada areal kebun masyarakat yang hanya berisi kelapa. Beberapa kegiatan masyarakat yang berpengaruh pada kestabilan pesisir adalah penambangan kerikil dan pasir pantai. Perlu dilakukan pengayaan jenis pada hutan sekunder, perlu didorong penerbitan perdes terkait penambangan kerikil dan pasir pantai. Selain itu, perlu pendampingan dan pelatihan untuk kelompok tani.

 

Tim Peneliti Lokasi Penelitian  Tahun 
Ady Suryawan, S.Hut. Pulau Mianggas, Sulawesi Utara 2016
Isdomo Yuliantoro, S.Sos, M.Si