Konflik penguasaan lahan merupakan masalah nyata dalam pengelolaan kawasan hutan di Indonesia. Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan satu di antara upaya dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Efektifitas pelaksanaan konsep pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan sangat dipengaruhi oleh persepsi dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan kawasan KPHP Model Poigar mealalui konsep pemberdayaan masyarakat yang efektif sebagai solusi permasalahan dari konflik yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi masyarakat Desa Lolan terhadap keberadaan hutan adalah pada kategori baik, sedangkan perilaku masyarakat berada pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan antara tingkat persepsi masyarakat dan perilakunya. Karakteristik masyarakat yang memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat adalah pendidikan, tingkat pendapatan yang bersumber dari luar kawasan dan tingkat interaksi dengan hutan. Strategi pemberdayaan masayarakat yang dapat dilakukan di KPHP Model Poigar adalah dengan skema kemitraan yang diikuti dengan kegiatan sosialisi secara intens. 

 

Tim Peneliti Lokasi Penelitian  Tahun 
Arif Irawan, S.Si KPHP Model Poigar, Sulawesi Utara 2016
 Iwanudin, S.P. M.Sc    
Isdomo Yuliantoro, S.Sos, M.Si    
Jafred E. Halawane, S.Hut. M.Sc