Pulau Miangas merupakan pulau perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Philipina. Secara Geopolitik memiliki peran penting sebagai border karena menentukan landasan kontinen dan zona ekonomi eksklusif Indonesia. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya kelestarian Pulau Miangas agar mampu mendukung kehidupan masyarakat yang ada di Pulau Miangas. Tujuan dari Penelitian pada tahun 2015 ini antara lain : 1) Mengetahui tingkat kerusakan sumber daya alam di Pulau Miangas; 2) Mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di Pulau Miangas; 3) Mengetahui jenis tanaman kehutanan yang dapat digunakan untuk rehabilitasi. Metode penelitian yang digunakan adalah intepretasi citra Pulau Miangas tahun 2001 dan hasil digitasi tahun 2015, pengukuran instrusi air laut, quisioner dan kelompok diskusi, menggunakan rancangan percobaan secara acak lengkap menggunakan berbagai jenis bibit, serta pengambilan sampel air, tanah, temperatur, kelembaban intensitas harian sebagai data pendukung. Hasil yang didapat antara lain : Tingkat pendapatan masyarakat masih rendah yaitu kurang dari Rp. 1,500,000 dengan mata pencaharian utama sebagai petani dan nelayan. Tekanan penduduk terhadap lahan masih tergolong ringan yaitu <1. Laju abrasi dalam 15 tahun terakhir panjang pantai berkurang sejauh 2,9 meter/tahun.  Intrusi air laut telah masuk hingga 500 meter. Luas hutan di Pulau Miangas hanya 2,4 % turut mempengaruhi laju intrusi laut. Propagul R. Mucronata mampu dijadikan sebagai tanaman rehabilitasi Bakau di Pulau Miangas pada lokasi yang tidak terlalu tergenang air sampai sangat jarang tergenang air (Blok 2 dan Blok 3). Hasil uji coba Konservasi hutan pantai menunjukan bahwa jenis nyamplung tergolong gagal, Gmelina tergolong sedang, Ambawe, Beringin, Bitung, Jambu, Kayu Hitam Pantai, Mangga, dan Mengkudu tegolong Berhasil. Rehabilitasi Bukit :  ada sepuluh jenis yang telah diuji, keberhasilan yang didapat yaitu : trembesi dan ambawe tergolong gagal, gmelina, jambuan, ketapang, mahoni, mangga, mente, nantu, dan rambutan tergolong berhasil.

 

Tim Peneliti Lokasi Penelitian Tahun
Ady Suryawan, S.Hut. Pulau Mianggas, Sulawesi Utara 2015
Isdomo Yuliantoro, S.Sos, M.Si