Kegiatan reklamasi lahan paska tambang mutlak dilakukan salah satunya dengan penerapan teknologi fitoremediasi dan bioremediasi. Pengukuran keberhasilan dilakukan dengan acuan  kondisi lingkungan yang baik mendekati rona awal dan peningkatan serapan karbon pada lahan hasil reklamasi pasca tambang. Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi konsesi tambang nikel PT. ANTAM Tbk UBPN Maluku Utara di Buli, Halmahera Timur,  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah dan jenis tanaman lokal untuk kegiatan reklamasi, mengetahui kadar cemaran (Cr6+), mengidentifikasi bakteri untuk bioremediasi  serta memperoleh informasi cadangan karbon tanah dan biomasa hutan di areal konsesi tambang nikel.  Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survey, analisis laboratorium, dan pembangunan plot permanen pengukuran karbon mengikuti metode SNI 7724:2011. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa karakteristik tanah pada lahan tambang memiliki kandungan zat esensial yang sangat rendah sebagai dampak pertambangan terbuka. Beberapa jenis tanaman lokal yang digunakan untuk reklamasi lahan paska tambang antara lain; bintangur, ketapang, nyatoh, gosale dan matoa, dsb yang disediakan oleh pihak perusahaan. Kadar kromium heksavalen (Cr6+) pada lahan pasca tambang berdasarkan sampel air yang diujikan sebesar 0,053 mg/L, melebihi ambang batas yang disyaratkan yaitu sebesar 0,005 mg/L,  hasil uji keragaman bakteri pada  sampel tanah didapatkan hasil 24 jenis bakteri yang berbeda pada tingkat genus, dengan semua jenis bakteri adalah bakteri gram positif.  Berdasarkan uji morfologi dan pengamatan mikroskop diketahui bahwa ditemukan hanya dua bentuk yaitu coccus dan bacill. Uji resistensi isolat bakteri terhadapp Cr6+ didapatkan hasil  bahwa isolat Staphylococcus sp. (A2) memiliki resistensi tertinggi dibandingkan dengan bakteri isolat lokal lainnya.  Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata biomasa hutan alam sebesar 408,02 ton/ha, dengan komposisi terbesar adalah biomasa pohon 98,9 % dan biomasa serasah sebesar 0,98 %. Berdasarkan analisis laboratorium, nilai karbon organik tanah plot reklamasi jauh lebih rendah dibandingkan karbon tanah di hutan alam. karbon organik tanah di plot reklamasi pada tiap lapisan tanah yang diamati rata-rata kurang dari 1 %.

 

Tim Peneliti Lokasi Penelitian Tahun
Iwanudin, S.P. M.Sc PT. Antam UPBN Maluku Utara, Buli 2015
Nurlita Indah Wahyuni, S.Hut    
 Margaretta Christita, S.Hut, M.Biotech