Banjir bandang yang terjadi di bulan Januari 2014 di kota Manado sulit dilupakan bagi masyarakat kota Manado. Bencana ini terjadi akibat besarnya debit aliran di sungai-sungai dan terbatasnya kapasitas saluran sungai untuk mengalirkan aliran air. Oleh karena itu, variabel-variabel yang mempengaruhi kapasitas saluran dan besarnya aliran permukaan yang masuk ke sungai-sungai yang melintasi area Kota Manado harus dikaji untuk menghindari bencana yang sama terjadi di masa depan. Tujuan kajian ini adalah menentukan kapasitas saluran sungai, koefisien aliran permukaan berbagai penggunaan lahan dan tipe tanah dalam DAS-DAS yang mengelilingi Kota Manado, dan debit aliran sungai pada berbagai intensitas curah hujan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran sungai di beberapa titik lokasi pengukuran, seperti Karame, Ternate dan Ranomut, Paal Dua dan Malendeng masih relatif besar tapi perlu dibersihkan dari endapan-endapan tanah, rumput liar dan sampah agar aliran air lancar. Saat air laut pasang, kapasitas saluran di lokasi Karame bisa turun karena air pasang menghambat aliran air sungai masuk ke laut. Kapasitas saluran di lokasi Tikala, Tanjung Batu dan Buha relatif kecil sehingga besar peluang terjadinya banjir di lokasi-lokasi tersebut. Saluran-saluran sungai di lokasi-lokasi ini perlu segera di revitalisasi untuk menghindari terjadinya luapan/banjir di kemudian hari.

 

Tim Peneliti Lokasi Penelitian Tahun
Isdomo Yuliantoro, S.Sos, M.Si Kota Manado 2015