ABSTRAK

Persuteraan alam merupakan kegatan agroindustri yang memiliki alur panjang dan saling berkaitan satu sama lain mulai dari penyediaan pakan (kebun murbei), pengadaan bibit/telur, pemeliharaan ulat, penanganan kokon (pascapanen), pemintalan benang hingga penenunan. Oleh karena itu setiap fasenya harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang khusus. Kondisi ketinggian tempat, suhu, kelembaban dan curah hujan Kota Tomohon di Sulawesi Utara potensial sebagai tempat pemeliharaan ulat sutera. Beberapa warga masyarakat kota Tomohon juga telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan pemeliharaan ulat namun masih belum optimal serta biaya/modal yang masih belum tersedia menjadikan pengembangan sutera belum berjalan. Oleh karena itu dalam rangka pemberdayaan kepada masyarakat dan pengembangan hasil-hasil penelitian Badan Litbang kehutanan maka kegiatan pengembangan ini dilakukan dengan membangun demonstrasi plot (demplot) percontohan pengembangan ulat sutera bagi masyarakat. Demplot ini juga bertujuan sebagai media sharing informasi bagi peneliti dan masyarakat dalam memperbaiki teknik-teknik serikultur ulatsutera pada setiap tapak (site). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jenis murbei M24 dan Canva dapat beradaptasi dengan kondisi di lokasi demplot di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon. Pemeliharaan ulat sutera menunjukkan hasil yang cukup baik dimana ulat yang dibudidayakan telah menghasilkan kokon.

 

Tim Pelaksana :  Lokasi Kegiatan : Tahun :
Isdomo Yliantoro, S.Sos, M.Si
Andi Wildah, S.Hut

  Rurukan, Tomohon

2017