ABSTRAK

Tujuan  kegiatan pengembangan ini adalah  mengurangi limbah sabut kelapa memanfaatkan dan meningkatkan nilai guna limbah sabut kelapa, meningkatkan nutrisi dan pendapatan masyarakat melalui budidaya jamur tiram putih. Metode yang lakukan dalam  kegiatan pengembangan ini adalah  bekerjasama  dengan kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan Perusahaan swasta sebagai mitra  dalam memberdayakan masyarakat. Kegiatan  pelatihan dan pengembangan dilakukan pada setaip lokasi komunitas binaan melakukan kegiatan pengembangan pemanfaatan sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata baglog dapat menyerap sabut kelepa 451,58 gram kering dan selama kegiatan ini 1.077,61 kg sabut kelapa telah berhasil dikurangi. Pemanfaatan IPTEK Budidaya Jamur untuk meningkatkan nilai manfaat sabut kelapa dinilai kurang cocok atau membutuhkan perlakuan khusus apabila dilakukan di sekitar pantai. Nilai gizi dan nutrisi jamur tiram hasil budidaya menggunakan media sabut kelapa relatif lebih rendah dibandingkan beberapa referensi terutama kandungan Vitamin C, Kalori dan Karbohidrat serta kadar air, namun nilai protein yang terkandung relatif sama dengan beberapa referensi, sedangkan kadar abu relatif tinggi. Kegiatan budidaya jamur disekitar pantai memiliki produktivitas yang rendah, sehingga jamur yang dihasilkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pribadi walaupun sudah ada permintaan pasar yang tinggi

Kata Kunci  :  Jamur tiram putih limbah, pemberdayaan masyarakat, sabut kelapa,

Tim Pelaksana :  Lokasi Kegiatan : Tahun :

Margareta Christita, S.Hut

Ady Suryawan, S.Hut

Andi Wildah, S.Hut

 

 Lab BP2LHK Manado

2017