ABSTRAK

Pulau Miangas dan Pulau Marampit termasuk dalam kategori pulau terluar Indonesia. Kedua Pulau ini mendapat ancaman krisis air dan kerusakan alam akibat aktivitas masyarakat dan bencana alam. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan tanaman revegetasi di Pulau Miangas, transfer IPTEK agroforestry dan kajian tata kelola kehutanan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, PRA, quisioner dan mengkaji berbagai referensi terkait. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : 1. Keben, Jambu Mente dan Jati Putih merupakan jenis yang handal dan digolongkan berhasil sebagai tanaman rehabilitasi, konservasi dan MPTS. 2.Hasil transfer IPTEK Agroforesrty mendapat respond masyarakat yang tinggi berdasarkan keingin masyarakat untuk menanam tanaman kehutanan dan hasil plot uji coba menunjukan bahwa dengan sistem agroforestry tanaman pala tergolong berhasil, sedangkan tanaman kehutanan tergolong sedang dan gagal. 3. Pendidikan memiliki korelasi yang tinggi terhadap persepsi masyarakat terhadap hutan. Pengelolaan alam khususnya hutan telah berlangsung sejak Zaman Koloial Belanda dimana pemanfaatan hutan hanya diperbolehkan untuk kepentingan perumahan masyarakat. Empat lembaga di Pulau Marampit telah berperan besar bagi pengelolaan alam dan telah ada pembagian hutan berdasarkan penguasan Desa sehingga dikenal dengan Wilayah Kepolisian untuk menyebut kepemilikan hutan adat. Berdasarkan potensi dan diskusi pengelolaan hutan di perlu didorong ke pengeloloaan hutan bersama masyarakat. Namun saat ini hutan yang ada berstatus Areal Penggunaan Lain, sehingga membutuhkan peraturan yang lebih mengikat dan tertulis.

Kata Kunci : Daya dukung, Konservasi, Pemberdayaan, Pulau, Optimalisasi lahan,  

Tim Pelaksana :  Lokasi Kegiatan : Tahun :

Ady Suryawan, S.Hut

Isdomo Yuliantoro, S.Hut, M.Si

Pulau Miangas dan Pulau Marampit

2017